
UNGARANNEWS.COM. BANDUNGAN- Pondok Pesantren sebagai sebuah lembaga pendidikan dinilai memiliki karakter khas yang tidak ditemukan di lembaga pendidikan formal.
Menurut Bupati Semarang H Mundjirin, pelajaran yang diberikan di pondok pesantren adalah kombinasi antara ilmu dunia dan pendidikan akhlak.
“Karenanya, peran pondok pesantren sangat penting untuk menyiapkan generasi muda yang berilmu dan berakhlak mulia menghadapi perkembangan zaman yang diwarnai krisis moral dan akhlak saat ini,” tegas Bupati saat menghadiri peresmian Pondok Pesantren Gapuro Blater atau Al Mas’udiyyah 5 di Blater Bandungan, Kamis (27/6).
Dihadapan ratusan santri dan orang tua santri yang menghadiri acara itu, Bupati juga menegaskan generasi muda saat ini kelak akan menjadi pemimpin dan memasuki situasi dunia yang lebih menantang dan penuh persaingan.
Apalagi menghadapi seratus tahun usia kemerdekaan Bangsa Indonesia, generasi muda saat ini harus membekali diri dengan ilmu pengetahuan dan keagamaan yang baik. Sebab nantinya merekalah yang akan berperan pada tahun itu.
“Pondok Pesantren sangat tepat untuk menempa generasi muda yang memiliki ilmu pengetahuan lengkap. Sekaligus memiliki moral yang baik,” ujarnya lagi.
Pengasuh Pondok Pesantren Al Mas’udiyyah Blater KH Fatkhurohim Mas’ud menjelaskan peresmian pondok pesantren Gapuro Blater dirangkai dengan haflah attasyakur dan wisuda madrasah, SMP dan SMA Al Mas’udiyyah Blater.
“Tahun ini pendidikan di sekolah Al Mas’udiyyah akan menggabungkan kurikulum pendidikan nasional dan pondok pesantren,” jelasnya.
Pendidikan di sekolah formal akan berlangsung mulai pukul 07.00 WIB sampai pukul 16.00 WIB. Setelah itu, disambung dengan pelajaran keagamaan.
Selama sembilan tahun memberikan pelayanan pendidikan, lanjutnya, pihaknya telah mampu membangun delapan gedung bertingkat. Semuanya itu terwujud berkat dukungan warga Blater di sekitar pondok pesantren dan warga lainnya. (abi/tm)