Koordinator Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) Boyamin Saiman. FOTO:IST/SINDONEWS

UNGARANNEWS.COM. BLORA- Merebaknya kasus judi togel di wilayah jajaran Polda Jateng membuat gerah masyarakat. Koordinator Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) Boyamin Saiman meminta Polda dan jajaran menangani secara tuntas kasus tersebut sampai ke bandarnya.

“Kami meminta polisi serius menangani kasus ini, tidak hanya menangkap pelaku hanya di tingkat pengecer, namun tuntaskan sampai ke bandarnya,” ujar Boyamin kepada wartawan di Blora, Minggu (5/7/2020).

Menurut Boyamin, praktik perjudian jenis togel sudah pasti pasti ada bandarnya. Pengecer punya jaringan sampai ke bandar, karena tidak mungkin sekelas pengecer mampu mengandalikan omset judi togel yang sangat besar.

“Tidak mungkin para pengecer itu bergerak sendiri, mereka tidak punya uang untuk modali. Pasti ada yang mem-backup, yakni dari bandar. Pengecer hanya dapat komisi,” terangnya.

Pria yang pernah memenangi gugatan praperadilan kasus skandal Bank Century itu mengatakan, sebetulnya sangat mudah mencari bandar yakni ikuti aliran uangnya atau follow the money.

“Selaku pengamat hukum dan selaku MAKI saya ingin ada penegakan hukum, khususnya di Kabupaten Blora. Kalau tidak sampai ke bandarnya saya akan mencadangkan upaya gugat praperadilan Kapolres karena tidak mengejar bandar judi togel ini,” Kata Boyamin.

Dijelaskan Boyamin, judi merupakan bagian dari matarantai korupsi. Terjadinya praktik perjudian yang masif sampai ada pembiaran oleh aparat penegak hukum patut dicurigai adanya perbuatan melanggar hukum.

“Saya tidak menuduh mereka dapat setoran, tapi setidaknya ada pembiaran,” tandas Boyamin.

Perbuatan judi togel yang marak, Boyamin pastikan ujung-ujungnya terjadi perbuatan melawan hukum. Bahkan, jika pelaku judi orang yang mempunyai jabatan pasti juga akan melakukan korupsi.

“Mulai jabatan di level desa hingga ke atas, ujung-ujungnya akan korupsi jika sudah merambah judi,” terang pria yang membongkar kasus dugaan mega korupsi PT Asuransi Jiwasraya tersebut

Sementara itu, Kapolres Blora AKBP Feri Irawan melalui Kasat Reskrim Polres Blora AKP Setiyanto saat ditanyai sejauh mana perkembangan penanganan judi togel di Kabupaten Blora hanya menjawab singkat.

“Masih dikembangkan,” singkatnya.

Sebelumnya, Polres Blora sejauh ini telah berhasil mengamankan pelaku judi togel di tingkat pengecer sebanyak 9 orang tersangka, namun hingga kini jajaran Polda Jateng ini belum pernah menangkap bandarnya. (dbs/can/tm)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here