Bupati Semarang H Mundjirin meninjau pameran produk unggulan di sela peresmian instalasi air bersih program KOTAKU di lingkungan Tambaksari Kelurahan Tambakboyo, Ambarawa. FOTO:UNGARANNEWS

UNGARANNEWS.COM. AMBARAWA- Program Kota tanpa Kumuh (KOTAKU) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) di Kelurahan Tambakboyo Ambarawa, Kabupaten Semarang mampu memperluas akses air bersih untuk warga.

Bupati Mundjirin mengatakan, ada sekitar lima ratus hektare kawasan kumuh yang harus ditangani Pemkab Semarang. Kawasan itu tersebar di lima belas titik lokasi di dua kecamatan yakni Ungaran Timur dan Ambarawa.

“Pembenahan kawasan kumuh itu perlu pendanaan besar, karena itu kami sangat menghargai dukungan Kementerian PUPR untuk memperbaiki kawasan kumuh itu,” katanya, saat acara peresmian instalasi air bersih di lingkungan Tambaksari Kelurahan Tambakboyo, Ambarawa, kemarin.

Koordinator KOTAKU Kabupaten Semarang Yosep Kridopriyono, mengatakan  pembuatan instalasi air bersih di sana diperkirakan dapat menjangkau 64 kepala keluarga (KK).

“Itu jumlah minimal yang bisa dijangkau. Kenyataannya, lebih banyak warga yang mendapat pelayanan penyediaan air bersih dari instalasi itu,” katanya

Yosep menjelaskan, program KOTAKU menyasar pada pemberdayaan masyarakat dan mengubah pola pikir warga di kawasan kumuh, sehingga mereka sadar dan memiliki kepedulian untuk mengatasi kekumuhan lingkungan tempat tinggalnya.

Dia menambahkan, pada tahun ini total dana yang digelontorkan Kementerian PUPR untuk program KOTAKU Rp 8 miliar. Kegiatan yang dilakukan tersebar di enam lokasi di Kecamatan Ambarawa dan Ungaran Timur, yakni Kelurahan Tambakboyo, Kelurahan Kupang, Gedanganak, Kawengen, Mluweh dan Kalikayen.

Program kegiatan fisik yang dilakukan antara lain pembangunan instalasi air bersih, instalasi pengolah limbah dan drainase serta jalan lingkungan.

“Target kawasan kumuh yang harus diselesaikan tahun ini seluas 129,97 hektare, sehingga seluruh kawasan kumuh sesuai RPJMD Kabupaten Semarang telah berhasil diselesaikan,” tambah dia.

Pada tahun 2020, lanjut Yosep, program KOTAKU akan diarahkan pada penataan skala kawasan. Saat ini sedang dilakukan proses pengajuan persetujuan kepada Menteri PUPR untuk menata kawasan jalan Jenderal Sudirman Ambarawa sampai dengan Monumen Palagan Ambarawa.

Disebutkan, kawasan yang berada di jalan nasional Ambarawa-Magelang itu terkenal karena kemacetan dan kesemrawutan lalu lintas orang dan kendaraan bermotor.

Jika pengajuan itu disetujui, Yosep meyakini wajah Kota Ambarawa yang semrawut terutama di depan Pasar Projo Ambarawa akan berubah lebih tertib dan nyaman. (hms/abi/tm)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here