UNGARANNEWS.COM. JAKARTA- Aksi kejahatan perampok Willy Susatya alias Akang masih meninggalkan cerita dan penanganan serius dari Polri. Pasalnya, kakek berumur 67 tahun, tersangka perampokan toko emas di Taman Sari, Jakarta Barat itu meninggal di Rumah Sakit Polri, Kramat Jati, Jakarta Timur setelah dilaporkan terinfeksi virus Corona (COVID-19).
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus dalam keterangannya kepada wartawan mengatakan, sebelumnya kondisi Akang sudah buruk sejak dilakukan penangkapan. Akang diketahui memiliki riwayat penyakit gula.
“Memang tersangka pada bulan lalu saat selesai dilakukan penangkapan, yang bersangkutan memang ada penyakit gula,” kata Yusri.
Penyidik Polres Jakarta Barat membawa Akang ke RS Kramat Jati karena penyakitnya itu. Akang sempat menjalani perawatan selama 1 bulan, sejak 3 Maret 2020. Akang dinyatakan meninggal dunia pada Kamis (2/4) siang kemarin. Dari hasil tes, Akang dinyatakan positif Corona.
Dia sebelumnya ditangkap karena merampok toko emas ‘Cantik’ di Pasar Pecah Kulit, Pinangsia, Taman Sari, Jakbar, pada Jumat, 28 Februari 2020, pukul 12.30 WIB. Akang sempat menembak warga saat beraksi.
Akang saat itu menggondol perhiasan emas seberat 3 kilogram atau seharga Rp 2,1 miliar. Dia mengaku nekat merampok karena terlilit utang yang cukup besar.
Akang diketahui merupakan bekas pengusaha tempat hiburan malam. Namun usahanya itu sudah lama tutup.
Akang berstatus sebagai tahanan Polres Jakarta Barat. Namun, penahanan Akang dibantarkan di RS Polri karena kondisinya sakit.
Menurut Yunus, polisi akan memeriksa siapa saja yang pernah mengunjungi Willy. Penelusuran atau tracing ini penting untuk mencegah penyebaran virus mematikan itu.
“Masih kita cek, adakah kunjungan dari keluarganya. Nanti kita cek untuk bisa mengetahui apakah ada yang tertular dari keluarganya atau orang yang berkunjung ke situ,” ujar Yusri, Jumat (3/4/2020).
Penyidik yang memeriksa Akang pun selama 2 pekan terakhir melakukan isolasi mandiri. Pernyataan itu disampaikan Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Barat AKBP Teuku Arsya Khadafi.
“Iya ini juga pemeriksanya sudah diisolasi mandiri,” kata AKBP Teuku Arsya dalam keterangannya kepada detikcom, Jumat (3/4/2020).
Arsya mengatakan, penyidik tersebut yang melakukan pemeriksaan kepada Akang selama 2 pekan terakhir. Dia juga yang mengontrol Akang selama dibantarkan di RS Polri.
“Satu orang yang tangani perkara ya langsung dan yang kontrol yang bersangkutan pada saat di rumah sakit. Isolasi selama 2 minggu,” imbuhnya.
Arsya menambahkan, penyidik tersebut juga sudah dites untuk mengetahui apakah terinfeksi Corona atau tidak. Sejauh ini kondisi penyidik tersebut dalam keadaan sehat.
“Alhamdulillah masih sehat dan masih menunggu hasil tes,” katanya. (dtc/tm)