Video viral anak-anak di Dusun Petet Desa Tuntang Kecamatan Tuntang bermain pukul-pukulan. FOTO:SCREENSHOT/UNGARANNEWS

UNGARANNEWS.COM. TUNTANG- Masyarakat dihebohkan beredarnya video aksi kekerasan anak terhadap temannya yang viral berbagai di media sosial sejak Selasa (12/5/2020) siang.

Video berdurasi 26 detik tersebut menayangkan seorang bocah bercelana merah yang memiliki tubuh lebih besar menghajar seorang bocah berkaos hijau yang bertubuh jauh lebih kecil.

Terlihat si celana merah dengan leluasa memukul bagian tekuk dan punggung si kaos hijau, kemudian memiting lehernya dan berusaha membantung dengan sekuat tenaga.

Adegan terakhir yang membuat banyak netizen prihatin, meski si kaos hijau sudah jatuh dan merangkak namun masih ditendang mengenai pantat dan bagian rusuk tubuhnya. Namun tidak keras.

Video tersebut diunggah akun @onemedsos dengan keterangan, “Viral. Tindakan tidak terpuji oleh anak bercelana merah kepada teman mainnya yg direkam oleh ayahnya sendiri (Anak bercelana merah, -Red). Info lokasi Semarang, Jawa Tengah, Selasa (12/5/2020)”.

Tepatnya kejadian tersebut di Dusun Petet, Desa Tuntang, Kecamatan Tuntang, Kabupaten Semarang. Begitu diupload langsung banjir komentar beragam dari warganet, diantaranya banyak yang menyayangkan si perekam karena tak melerai perkelahian kedua bocah tersebut.

Seperti di akun @onemedsos, video itu telah menuai komentar hingga hampir 3.000 akun dan ditonton lebih dari 60.000 kali. Rata-rata menduga si bocah kecil menjadi korban persekusi atau perundungan. Bahkan, banyak yang sepakat agar dilaporkan ke kepolisian.

Kapolsek Tuntang AKP Nurcholis dikonfirmasi UNGARANNEWS.COM mengatakan kejadian tersebut hanya anak-anak yang sedang bermain-main bersama saudara-saudaranya.

“Sebenarnya kejadian hal biasa anak-anak yang sedang bermain bersama saduaranya, itu masih keponakannya, setiap hari bermain bersama-sama,” ujarnya, Rabu (13/5/2020) sore.

Dijelaskan, biasa anak-anak saat bermain saling ejek dan saling pukul yang seolah-olah sungguhan, padahal niatnya hanya main-main.

“Saat anak-anak bermain ada saudaranya yang SMA memvideokan, mereka hanya main-main, ya seperti gelut-gelutan, tidak ada maksud gelut sungguhan,” jelasnya.

Menurut AKP Nurcholis maksud divideokan permainan tersebut untuk menunjukkan kepada anak-anaknya kalau tadi bermain seperti ini. Si perekam juga tidak bermaksud mempulikasikan video tersebut.

“Awalnya dishare di WA untuk seru-seruan dan sudah dihapus. Tapi keburu ada yang simpan dan upload di Facebook jadi tersebar kemana-mana,” ungkapnya.

Dalam kejadian ini, lanjut AKP Nurcholis tidak ada keluarga yang melapor atau tidak terima. Semua sudah selesai karena masih keluarga sendiri. Anak-anak juga sudah kembali bermain seperti biasa.

“Tadi pagi pihak keluarga memang ada yang datang ke Polsek menjelaskan kejadian yang sebenarnya. Meminta bantuan kita untuk mengcounter karena videonya sudah terlanjur viral. Semua sudah kler tidak ada apa-apa,” tandasnya. (abi/tm)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here