ILUSTRASI. FOTO:IST

UNGARANNEWS.COM. SUSUKAN- Kepala SMAN 1 Susukan, Kecamatan Susukan, Kabupaten Semarang, Wahyu Tri Astuti memberikan klarifikasi serta hak jawab atas pemberitaan di UNGARANNEWS.COM pada tanggal 14 Januari 2021, terkait dugaan belum adanya pelunasan pembayaran proyek Dana Alokasi Khusus (DAK) SMAN 1 Susukan hingga disomasi JS.

Adanya pemberitaan tersebut, pihaknya mengajukan keberatan atas pemberitaan tersebut. Menurut Wahyu, pemberitaan yang dirasakan tidak benar tersebut, dinilai telah menyudutkan dan mencemarkan SMAN 1 Susukan, juga Disdikbud Jateng.

“Dari pemberitaan tersebut, SMAN 1 Susukan disebut tidak melaksanakan kewajiban atas hak penggarap rehap sekolah. Padahal SMAN 1 Susukan sudah melaksanakan kewajibannya sesuai kesepakatan bersama,” ujarnya kepada UNGARANNEWS.COM, Minggu (24/1/2021).

Dijelaskan dalam klarifikasi dan hak jawab ada beberapa poin, antara lain:
1. DAK sekolah dilaksanakan oleh panitia dan salah satu panitia tersebut adalah saudara SGY.
2. Panitia SGY dalam pelaksanaan pembangunan DAK rehap bekerja sama dengan saudara JS.
3. Pihak Sekolah telah memberikan anggaran seluruhnya kepada SGY selaku panitia jadi apabila JS masih ada kekurangan pembayaran seharusnya diurus ke SGY.
4. Sedangkan pihak sekolah dalam perhitungan terahir kepada Panitia (SGY) telah sepakat kekurangan yang masih menjadi tanggungan sekolah sebesar Rp 75.000.000,- dan kesepakatan tersebut sudah dibayarkan lunas kepada SGY.
5. Seharusnya persoalan rekanan yang merasa tidak dibayar, berurusan dengan SGY dan bukan lagi dengan sekolah (SMAN 1 Susukan).

“Atas dasar tersebut, kami meminta pelurusan berita atau hak jawab,” jelasnya.

Menurutnya, terkait dengan pembayaran yang dinilai JS kurang, pihak sekolah sudah menyelesaikan masalah tersebut melalui bendahara sekolah dan uang sudah diterima tim teknis panitia pembangunan yaitu SGY.

Pembayaran sudah selesai dibuktikan dengan surat keterangan dibuat SGY. Surat keterangan bermeterai tersebut dibuat SGY tertanggal 22 Januari 2021, ditandatangani dua saksi, yaitu Dr Wahyu Tri Astuti MPd dan Achmad Soleh SSi.

“Pak SGY telah melaksanakan pembayaran pekerjaan proyek DAK SMA Negeri 1 Susukan kepada JS. Sudah tidak ada lagi perselisihan. Sebelumnya, pihak sekolah belum tahu masalah adanya kekurangan pembayaran, itu semua ada di tangan Pak SGY,” jelasnya.

Diberitakan UNGARANNEWS.COM sebelumnya, Kepala SMAN I Susukan, Kabupaten Semarang, WTA disomasi seorang berinisial JS warga Kecamatan Pabelan, Kabupaten Semarang. Baca Juga: Diduga Belum Melunasi Pembayaran Proyek DAK, Kepala SMAN 1 Susukan Disomasi

Dalam surat somasi tertanggal 12 Januari 2021, JS melalui kuasa hukum Tyas Tri Arsoyo & Patners meminta WTA selaku kepala SMAN I Susukan segera melunasi kekurangan pembayaran proyek Dana Alokasi Khusus (DAK) untuk pengerjaan bangunan di SMAN I Susukan sebesar Rp 247.059.000,-.

Nilai kekurangan tersebut diuraikan, berasal dari anggaran DAK dan non DAK yang belum dibayarkan kepada JS. Rincian anggaran untuk DAK sebesar Rp 188.559.000,- dan non DAK sebesar Rp 58.5000.000,-.

“Terhitung sejak diterbitkan surat somasi, kami selaku kuasa hukum JS memberi waktu 7 hari untuk segera melunasi. Sampai batas waktu tersebut belum melakukan pelunasan kami akan menempuh jalur hukum,” ujar Tyas Tri Arsoyo dihubungi UNGARANNEWS.COM, Kamis (14/1/2021) pagi.

Surat somasi JS dikirim ke SMAN I Susukan pada Rabu (13/1/2021) diterima petugas Tata Usaha SMAN I Susukan, Heni Lestari.

Kepala Sekolah SMAN I Susukan, WTA beberapa kali dihubungi Kamis (14/1/2021) pagi untuk konfirmasi belum memberikan keterangan.

Diketahui, SMAN 1 Susukan dalam catatan prestasi beberapa tahun ini, mendapatkan Juara I,II,III PASKI tingkat Kabupaten Semarang. Selain itu, masuk nominasi Juara III KOPSI (Kompetisi Olimpiade Penelitian Siswa Indonesia Tingkat Nasional), Juara III Olimpiade Astronomi Kabupaten Semarang, pengibar bendera HUT 17 Agustus 2019, dan lain-lainnya. (abi/tm)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here