UNGARANNEWS.COM. WONOSOBO- Menyambut ramadan yang identitik dengan kegiatan ngabuburit, anak-anak muda Karang Taruna (Katar) Desa Pagude, kecamatan Wonosobo menggagas destinasi baru memanfaatkan tanah bengkok Desa.
Sebuah destinasi unik dan murah kini bisa dinikmati masyarakat sekitar memanfaatkan saluran air untuk spot Tubing yang menarik wisatawan. Tubing dibagi menjadi dua jenis, untuk dewasa dan untuk anak-anak.
Wisata baru yang diberi nama Bumi Tegal Pengangson ini juga dilengkapi arena memancing, diisi dengan ikan lele ukuran dua jari orang dewasa. Kolam ikan ini didesain dengan kedalaman tidak lebih dari setegah meter sehingga sangat aman untuk anak-anak.
Wisata alam yang berada di tengah ini dibungkus dengan kearifan lokal dan nilai pendidikan. Lokasinya sangat mudah dijangkau, di jalan Sidojoyo-Pagude kecamatan Wonosobo, hanya berjarak setengah kilometer dari jalan Provinsi.
Salah satu penggagasnya, Salafudin Wahid (30) mengatakan bahwa tempat ini mulai dilaunching 3 minggu yang lalu. Memanfaatkan tanah bengkok desa menjadi sebuah destinasi wisata baru yang diharapkan menjadi alternative tempat wisata alam di tengah kota Wonosobo.
“Bumi Tegal Pengangson baru dibuka 3 minggu yang lalu, Alhamdulillah sekarang sudah mulai ramai didatangi pengunjung,” ujar Wahid.
Dia menjelaskan bahwa nama Bumi Tegal Pengangson diambil dari sejarah tempat ini jaman dulu. Menurut sesepuh desa, daerah ini dulu merupakan tempat untuk mengambil air atau ngangsu dalam bahasa jawa.
Di dekatnya juga ada sebuah padepokan untuk menimba ilmu, jadi disamping untuk ngangsu air juga merupakan tempat untuk ngangsu ilmu. Jadi Bumi tegal Pengangson mempunyai arti tanah tegalan yang digunakan untuk mengambil air.
“Sejarah tempat ini kemudian kita jadikan nama, Bumi Tegal Pengangson. Ya artinya tempat ini dulu merupakan tempat ngangsu air dan ngangsu ilmu,” ujar Wahid.
Menurut Wahid, di tempat ini terdapat beberapa arena bermain. Untuk Tubingan kita sediakan 2 track, track sebelah timur dengan aliran air yang pelan untuk anak-anak, track barat untuk dewasa dengan aliran air yang lumayan deras.
Wahid menambahkan bahwa selain memancing dan tubing ada arena lain yaitu arena berkuda dan peternakan sapi. Pengunjung bisa menyewa kuda berkeliling sekitar tempat tersebut. Kemudian arena peternakan sapi, pengunjung akan dibawa tour mengelilingi peternakan sapi, dijelaskan pula tentang operasional peternakan pada tiap harinya.
“Di peternakan sapi menjadi arena edukasi bagi pengunjung yang ingin mengetahui lebih jauh tentang peternakan sapi,” ujar Wahid.
Dia menambahkan bahwa arena ini akan dikembangkan menjadi arena yang lengkap untuk tujuan edukasi bagi pengunjung. Dia berharap arena ini bisa menjadi alternatif wisata yang murah dan menarik, terutama bagi masyarakat yang ingin menikmati keindahan sembari menunggu buka puasa Ramadan atau ngabuburit. (meks/ist/tm)