FOTO:TRIBUN

UNGARANNEWS.COM. SEMARANG- Mendekati pelaksanaan penutupan lokalisasi Sunan Kuning dan Gambilangu yang ditargetkan bulan Agustus, sejumlah atribut vulgar dan berbau pornografi di dua lokalisasi, Resosialisasi Argorejo atau Sunan Kuning (SK) dan Gambilangu (GBL), mulai diturunkan.

Satpol PP Kota Semarang melakukan supervisi untuk memastikan dua lokalisasi yang akan ditutup oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang telah bersih dari atribut yang berbau pornografi.

Pengelola Resos Argorejo Sunan Kuning, Suwandi mengatakan, Satpol PP hanya melakukan pembredelan atribut secara simbolis. Selanjutnya, dia yang diperintah untuk menghapus semua gambar atau atribut berbau pornografi di lokalisasi tersebut.

“Pembredelan dari Satpol hanya simbolis saja. Tapi saya instruksikan kepada pemilik wisma untuk membredeli sendiri, nanti sedikit-sedikit pasti habis,” ujarnya, tadi pagi.

Menurutnya, cara yang dilakukan Satpol PP Kota Semarang yang tidak frontal harus diapresiasi. Sehingga, tidak menyebabkan gesekan dengan warga binaannya.

“Kalau Satpol PP datang-datang langsung membredeli atribut tersebut, kalau ada warga yang tidak terima kan bisa terjadi gesekan,” katanya.

Menurut dia, jangan sampai terjadi salah komunikasi dengan warga. Wandi menargetkan tidak ada satu bulan ke depan sudah bersih atribut berbau pornografi.

Kepala Satpol PP Kota Semarang, Fajar Purwoto mengatakan, pihaknya telah melakukan sosialisasi kepada warga setempat untuk memberedel segala atribut yang berbau pornografi beberapa hari yang lalu. Dia pun mengapresiasi kesadaran warga yang telah bersedia membersihkan gambar yang berbau pornografi secara mandiri.

“Program penutupan tidak berubah jadwalnya. Sudah ada kesepakatan dengan warga binaan pada dua tempat lokalisasi tersebut,” tegasnya. (abi/tm)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here