FOTO:IST/ILUSTRASI

UNGARANNEWS.COM. SEMARANG- Seorang wanita ditemukan tewas di kamar Griya Pangestu (GP) Guest House di Jalan Pamularsih, Gisikdrono, Semarang Barat, Senin (1/6) sekitar pukul 13.30. Korban tewas dengan kondisi mulut berbusa di kamar nomor 303 lantai tiga hotel tersebut.

Berdasarkan olah tempat kejadian perkara (TKP) dilakukan petugas Inafis Polrestabes Semarang pada tubuh korban tidak ditemukan tanda-tanda penganiayaan. Diduga korban tewas akibat bunuh diri

Kapolsek Semarang Barat Kompol Iman Sudiyanto saat dikonfirmasi wartawan mengatakan korban diketahui bernama Siti Julaekah (35) warga Ketintang Barat Gang Buntu 230 B RT 05 RW 06 Kelurahan Ketintang, Kecamatan Gayungan, Kota Surabaya, Jawa Timur.

Diketahui korban memesan kamar pada Sabtu (30/5) sekitar pukul 04.00. Korban memesan untuk dua hari, namun ditunggu hingga hari Senin (1/6) korban tak kunjung keluar kamar.

“Saksi yakni karyawan hotel curiga lantaran sudah dua hari korban tidak keluar kamar. Saat saksi hendak menanyakan apakah korban akan memperpanjang sewa kamar tidaknada respon. Setelah melihat jendela kamar yang terbuka mendapati korban terlentang dengan kondisi mulut mengeluarkan busa,” ungkap Kompol Iman.

Melihat kondisi korban saksi langsung menghubungi Bhabinkamtibmas Polsek Semarang Barat dan meneruskanya ke Inafis Polrestabes Semarang. Berdasarkan hasil pemeriksaan TKP dan keterangan saksi, korban diduga tewas akibat bunuh diri.

Petugas menemukan botol racun yang diduga telah diminum isinya oleh korban untuk bunuh diri. Perbuatan nekat korban tersebut juga dikuatkan dengan ditemukan tiga surat wasiat yang ditinggalkan korban di kamarnya.

Berdasarkan keterangan dihimpun wartawan menyebutkan, tiga surat wasiat tersebut ditujukan korban untuk pihak hotel dan suaminya. Surat ditunjukan ke pihak hotel berisi permintaan maaf lantaran telah merepotkan atas tindakan nekatnya.

Selanjutnya korban menitipkan satu unit motor Honda Beat warna hitam bernopol L 6641 CE Kepada pihak hotel. Berdasarkan isi surat dari korban motor tersebut akan diambil suami korban.

“Korban menyampaikan permintaan maaf kepada manajemen hotel,” ujar salah satu pegawai hotel. Sedangkan isi surat lain, ucap petugas hotel, ditunjukan kepada suami korban.

“Lebih jelas biar pihak kepolisian yang menjelaskan,” ungkapnya tanpa menyampaikan detil.

Jenazah korban selanjutnya dibawa ke kamar mayat RSUP dr Kariadi Semarang. (dbs/abi/tm)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here