Cabup dan juga Wakil Bupati Semarang H Ngesti Nugraha (kiri) saat mengapresiasi dengan mengunjungi petani muda yang berhasil mengembangkan pertanian dengan teknologi mulsa, beberapa waktu lalu. FOTO:UNGARANNEWS

UNGARANNEWS.COM. TUNTANG- Bekas Balai Pembibitan Ternak Unggul (BPTU) Mulyorejo di Desa Barukan, Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang yang mangkrak menjadi perhatian program Calon Bupati (Cabup) Semarang H Ngesti Nugraha.

Aset daerah yang sebelumnya digunakan Pemkab Semarang untuk BPTU tersebut ditutup tahun 2018 karena kondisinya terus merugi. Upaya pemanfaatan disiapkan Ngesti dengan memprogramkan Mulyorejo menjadi sentra ekonomi kerakyatan dan wisata edukasi terintegrasi.

“Lahan yang dulunya dipakai BPTU di Mulyorejo keseluruhan seluas 17 hektar. Kita sudah programkan untuk pemberdayaan perekonomian kerakyatan. Sektor unggulan yang kita siapkan di Mulyorejo untuk usaha pertanian, perikanan dan peternakan yang terintegrasi dengan wisata edukasi dan kebun buah,” ungkap Ngesti ditemui wartawan di Posko Pemenangan pasangan calon (paslon) nomor urut 2, H Ngesti Nugraha-HM Basari (Ngebas) di Jalan Fatmawati, Gading, Kecamatan Tuntang, Sabtu (10/17/2020).

Dijelaskan Ngesti harapan ke depan Mulyorejo menjadi pilot projec perekonomian terintegrasi untuk kemandirian perekonomian masyarakat. Luasan lahan tersebut diantaranya akan dimanfaatkan untuk sentra peternakan kambing, rencana awal pembukaan sebanyak 200 kelompok.

“Kelompok peternak kita jadikan satu kluster dengan membuat kandang standar. Kita harapkan pakan maupun pengolahan pakan disiapkan dari lahan setempat. Kita tata kluster ini seperti managemen perusahaan. Maksudnya, jumlah kambing yang dikembangbiakan begitu banyak tidak ubahnya sebuah perusahaan, bedanya kambing yang dikelola kita dihibahkan kepada kelompok,” ungkapnya.

Kluster lainnya Ngesti siapkan kolam untuk budidaya ikan juga dikelola kelompok petani. Rencana akan dibuat 200 kolam untuk 200 kelompok. Masing-masing kelompok awal pembukaan mendapatkan 20.00 bibit ikan lele, nila, dan gurami atau menyesuaikan jenis ikan yang dipilih. Baca Juga: Embung Ari Wulan Sepakung Hindarkan Petani Setempat dari Kerugian Ratusan Juta

“Permintaan ikan saat ini cukup tinggi, masyarakat juga kita gencarkan Gemarin (Gemar Makan Ikan, red) karena kadungan protein dan gizinya cukup tinggi. Kita harapkan pakan dan pembenihan diusahakan sendiri sehingga dapat meringankan biaya, lebih ekonomis tidak bergantung pasokan dari luar,” ungkapnya.

Penjualan hasil budidaya, lanjut Ngesti bisa langsung dikonsumsi masyarakat dan dijual ke pasaran. Dia juga berharap hasil perikanan didiversifikasi menjadi makanan olahan, seperti abon lele, dan kripik lele. Program ini berkesinambungan dengan upaya menggerakkan UMKM untuk menumbuhkan kesejahteraan keluarga

Menariknya, seluruh unit usaha tersebut akan diintegrasikan menjadi obyek wisata edukasi yang bisa dikunjungi anak-anak hingga orang dewasa. Untuk itu, lanjut Ngesti, diantara luasan lahan juga akan diberdayakan untuk kluster kebun buah. Berbagai jenis buah akan ditanam di sini, pengunjung kedepan bisa memetik sendiri dan mendapat bibit unggul.

“Kita harapkan usaha budidaya pertanian, peternakan, perikanan, dan perkebunan tidak hanya menggantungkan hasil panen, kita juga akan dorong menghasilkan bibit dan benih sendiri. Jadi masih ada nilai lebih lagi. Keunggulannya, ketika wisatawan berkunjung tidak hanya menikmati keindahan alam perdesaan sekaligus bisa belajar pembibitan dan membeli bibit,” jelasnya.

Satu lagi kluster sekaligus akan dibangun di sini, yakni wisata kuliner dan pusat oleh-oleh produk unggulan petani dan warga sekitar. Seluruh kluster tersebut terintegrasi sehingga tumbuh semangat kebersamaan, saling gotong-royong antarkelompok untuk bersama-sama mengembangkan lahan milik Pemkab tersebut. Baca Juga: Resmikan Pasar Sawahan Sendangsari, Ngesti Pesan Inovasi Terus Dikembangkan

Dukungan penopang seluruh kegiatan usaha perekonomian di Mulyorejo tersebut, dituturkan Ngesti, pemerintah akan memfasilitasi pembangunan kluster sekaligus SDM yang ahli di bidang masing-masing kluster. Mereka memberi pendampingan sehingga sentra ini benar-benar mendatangkan hasil maksimal.

“Kita akan tugaskan SDM ahli seperti ahli pertanian dan perikanan, dokter hewan, tenaga ahli pelatihan untuk memberikan pendampingan. Termasuk memilihkan benih dan bibit unggul untuk dikembangbiakan dan teknologi pertanian. Keberadaan SDM ahli akan memudahkan seluruh unit usaha bergerak bersama karena berada dalam satu tempat,” jelasnya.

Dari seluruh rangkaian kluster, lanjut Ngesti, pemerintah akan membuatkan link market bersama-sama. Memfasilitasi pusat penjualan dan pelatihan yang akan menjadi jujugan pengunjung. Dalam hal ini peran kaum milenial akan dilibatkan untuk menumbuhkan jiwa kewirausahaan, menciptakan kecintaan bertani dan menciptakan lapangan kerja sendiri.

“Anak-anak muda saat ini banyak yang pandai menggunakan teknologi online, mereka kita berdayakan tidak hanya mengoperasikan online sekaligus menerapkan kerja langsung di lapangan. Seperti anak muda yang baru lulus kuliah, juga baru lulus SMA/SMK kita libatkan di sini, bisa langsung kerja tidak perlu menunggu dapat pekerjaan,” tandasnya yang kini menjabat Wakil Bupati Semarang ini.

Keberadaan sentra seperti di Mulyorejo, ditambahkan Ngesti, akan dikembangkan di wilayah lain dengan memanfaatkan lahan aset Pemkab seperti eks tanah bengkok yang banyak belum tergarap. Diharapkan dapat menyerap tenaga kerja masyarakat yang terdampak pandemi Covid-19 khususnya korban PHK dan dirumahkan. Baca Juga: Petani Muda Kopeng Sukses Berkebun Sawi Putih Organik, Begini Kisahnya

“Tanah kita Bumi Serasi ini kaya potensi sumber daya alam dan SDM, pemerintah daerah harus inovatif memenage dengan menciptakan lapangan kerja buat mereka termasuk para guru TPA/TPQ yang masih kurang pengasilan dan para pekerja seni. Ini cita-cita kami (bersama Cawabup Basari, red) bersama masyarakat, membangun Kabupaten Semarang penuh kemandirian,” tandas Ngesti sambil menambahkan masih banyak program unggulan lainnya untuk kemajuan dan kesejahteraan masyarakat. (abi/tm)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here