Petugas memeriksa jenazah korban yang meninggal dalam pos satpam Gereja Maranatha Church Ungaran sebelum dievakuasi ke RSUD Ungaran, Jumat (1/1/2021). FOTO:ABI/UNGARANNEWS

UNGARANNEWS.COM. UNGARAN BARAT- Diduga terjatuh akibat sakit yang diderita, seorang satpam penjaga gereja Maranatha Church Jalan Brigjen Sudiarto, Kelurahan Ungaran, Kecamatan Ungaran Barat ditemukan meninggal di pos tempatnya bekerja, Jumat (01/01/2021) pagi.

Korban terindentifikasi bernama Roy (55) warga Pudakpayung, Kecamatan Banyumanik, Kota Semarang. Saat ditemukan tubuh korban meringkuk seperti orang sujud dengan mulut mengeluarkan darah. Terlihat tubuh korban tertimpa kursi plastik yang digunakan duduk.

Keterangan dikumpulkan UNGARANNEWS.COM di lokasi kejadian menyebutkan, korban merupakan satpam senior gereja Maranatha. Korban sehari-harinya bekerja masuk shif pagi. Saat kejadian korban ditinggal temannya membeli sarapan, ketika temannya kembali diketahui korban sudah terjatuh dan meninggal dalam pos.

“Tidak ada yang mengetahui kejadiannya, tahu-tahu korban sudah terjatuh dan mulutnya mengeluarkan darah. Teman sesama satpam sempat memeriksanya namun diketahui sudah meninggal,” ujar pengunjung gereja, Ran (31) ditemui di lokasi kejadian.

Disebutkan, berdasarkan keterangan dari pihak gereja korban datang sekitar pukul 07.30 langsung menuju ke pos satpam. Korban diketahui punya riwayat sakit jantung dan paru-paru sehingga pihak gereja memintanya bekerja mengambil shift pagi.

“Baru saja pergantian dengan satpam jaga malam. Kemudian temannya membeli sarapan di dekat swalayan Luwes, ketika kembali korban ditemukan sudah meninggal dalam pos,” jelasnya.

Tim Rukun Kematian Maranatha (RKM) GKI Maranatha Chruch, Jualing Sitompul mengatakan, sehari sebelum kejadian dia sempat bertemu korban dan menanyakan sakit yang diderita. Korban menyampaikan kondisinya baik dan sehat. Baca Juga: Dua Hari Tidak Keluar Rumah, Penjual Sembako di Leyangan Ditemukan Meninggal

“Terakhir ketemu korban kemarin, saya sempat sarankan kalau masuk angin istirahat saja. Korban pernah jatuh dan sakit sesak nafas, kami selalu memberikan perhatian dan menanyakan kesehatannya,” ujarnya kepada UNGARANNEWS.COM, didampingi rekannya, Evi Samuderawaty Siwy dan Robert Setiawan.

Atas kematian korban jemaat dan pihak gereja kehilangan dan turut berduka. Korban dikenal sangat akrab dan ramah dengan siapapun selama bertugas melakukan pengamanan dan melayani jemaat.

“Almarhum pak Roy bekerja di GKI Maranatha sudah lama sekali sekitar 20 tahun. Kami sangat mengenalnya, beliau sosok yang ramah dan suka membantu jemaat. Almarhum sangat baik, kami semua turut kehilangan beliau,” tutur Evi.

Sebelum jenazah korban dibawa ke RSUD Ungaran, petugas Inavis Polres Semarang bersama petugas medis RSUD Ungaran melakukan pemeriksaan jenazah korban. Diduga korban meninggal karena sakit, hasil pemeriksaan tidak menemukan tanda-tanda penganiayaan pada jenazah korban.

“Korban meninggal karena sakit dan terjatuh. Korban meninggal dengan memegang obat diduga untuk dikonsumsi mengobati sakitnya,” ujar salah seorang petugas. (abi/tm)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here