Wabup Semarang H Ngesti Nugraha saat memimpin rakor percepatan penanganan Covid-19, beberapa waktu lalu. FOTO:DOK/UNGARANNEWS

UNGARANNEWS.COM. RUMAH DINAS- Menindaklanjuti kebijakan pemerintah pusat memperpanjang Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Skala Mikro tahap kedelapan mulai 18 Mei-31 Mei 2021, Pemkab Semarang akan mempertimbangkan rencana membuka kembali obyek wisata di Kabupaten Semarang.

“Kita akan lihat dulu perkembangan kasus Covid-19 di Kabupaten Semarang. Kalau trennya terus menurun obyek wisata kita pertimbangkan buka kembali. Perlu kesadaran masyarakat dan wisatawan menerapkan protokol kesehatan agar penyebaran virus terhenti,” ujarnya kepada UNGARANNEWS.COM di Rumah Dinas Bupati Semarang, kemarin.

PPKM Skala Mikro diperpanjang pemerintah karena terjadi penambahan kasus Covid-19 di sejumlah wilayah di Indonesia. Khusus Kabupaten Semarang saat ini jumlah positif mengalami penurunan, tercatat di situs corona.semarangkab.go.id per Jumat (14/5/2021) pukul 17.00 jumlah positif Covid-19 tinggal 27 orang.

Diberitakan sebelumnya, selama libur lebaran Idul Fitri 1442 H sebanyak lima obyek wisata yang dikelola Pemkab Semarang ditutup mulai tanggal 6 Mei sampai 17 Mei. Penutupan dilakukan untuk mencegah kerumunan pengunjung dan menekan penyebaran virus Covid-19.

Sementara itu, obyek wisata yang dikelola pihak swasta masih buka dengan ketentuan pembatasan jumlah pengunjung. Seperti wisata Umbul Sidomukti Bandungan diperkirakan di akhir pekan hari ini akan menjadi jujugan wisatawan. Baca Juga: Lima Obyek Wisata Milik Pemkab Semarang Ditutup, Resto Tetap Buka

Aparat Polsek Bandungan Polres Semarang telah berupaya melakukan rekayasa lalu lintas di area Pasar Jimbaran guna mengendalikan pengunjung karena wisata Gedongsongo dan Celosia tutup di momen lebaran ini.

“Karena candi Gedongsongo dan Celosia tutup, wisatawan beralih ke Umbul Sidomukti. Di umbul kan ada restorannya,” ujar Kapolsek Bandungan Iptu Edi Purwanto kepada wartawan, kemarin.

Pihaknya menjelaskan rekayasa lalu lintas diberlakukan agar tidak ada penumpukan kendaraan di lokasi wisata. Di bawah atau area Pasar Jimbaran sudah ditempatkan petugas. Jika di atas atau lokasi wisata sudah memenuhi kapasitas ambang batas kunjungan 40 persen, maka wisatawan diarahkan untuk menunggu atau beralih ke lokasi lain. Baca Juga: Patuhi Perpanjangan PPKM, Wisata Gedongsongo Tutup Selama Libur Lebaran

“Hasil pantauan petugas gabungan dari Polri, TNI, Satpol PP, dan unsur kecamatan, pengunjung dan pengelola tempat wisata telah mematuhi protokol kesehatan,” tandasnya. (abi/tm)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here