Bupati H Ngesti Nugraha membuka Festival Lembah Rawa di Benteng Pendem Ambarawa diadakan Lembaga Kesenian Kecamatan (LKK) Ambarawa. FOTO:IST/UNGARANNEWS

UNGARANNEWS.COM. AMBARAWA- Bupati H Ngesti Nugraha mengatakan Festival Lembah Rawa di komplek Benteng Pendem, Ambarawa, diagendakan menjadi kegiatan tahunan untuk mewujudkan kecintaan melestarikan cagar budaya.

Diharapkan kegiatan diadakan di heritage warisan kolonial Belanda ini dapat menghidupkan ekonomi masyarakat sekitar di masa pandemi. Masyarakat dapat memanfaatkan untuk memberdayakan potensi maupun mempromosikan UMKM di Ambarawa.

“Pelestarian itu diharapkan dapat mengungkit usaha ekonomi produktif warga di tengah masa pandemi Covid-19 saat ini,” ujar Bupati Ngesti Nugraha dalam sambutan sambutan pembukaan Festival Lembah Rawa diadakan Lembaga Kesenian Kecamatan (LKK) Ambarawa.

Dia berharap kegiatan kesenian tetap dapat berjalan dengan menerapkan protokol kesehatan ketat. Selain memberikan ruang kreasi bagi seniman juga menghindari penularan virus Covid-19.

Ketua LKK Ambarawa Eka Jaya Sakti mengatakan dalam kegiatan ini menampilkan sepuluhan motif batik Patron yang disinyalir merupakan batik kuno asli Ambarawa. Pihaknya akan melestarikan dan mengembangkan batik Patron ini agar semakin dikenal masyarakat.

“Batik Patron akan terus kita lestarikan dan promosikan sebagai salah satu ikon seni dan budaya Kabupaten Semarang,” katanya di sela-sela acara.

Pembukaan Festival Lembah Rawa ditandai pemukulan gong oleh Bupati Semarang H Ngesti Nugraha. Ikut mendampingi, anggota DPRD asal Ambarawa The Hok Hiong dan Lia Amalia, Camat Suharnoto, para pejabat terkait dan para pengurus LKK yang dikukuhkan sebelum pembukaan festival

Dikatakan lebih lanjut oleh Eka, batik Patron motif ceplok dipilih sebagai mascot festival. Selain itu ada pula aneka motif lainnya yang dipamerkan. Meski ada puluhan motif, namun baru sebagian yang bisa dilestarikan dan dibuat.

Sebagian motif malah menjadi koleksi museum di Belanda. Selain kain batik Patron, juga ditampilkan beberapa lukisan karya seniman Ambarawa.

Festival kali ini, lanjutnya, memang sangat sederhana karena pandemi Covid-19 dan penerapan protokol kesehatan ketat.

“Festival akan kita jadikan agenda tahunan. Tempatnya akan digilir di desa atau kelurahan yang ada di Ambarawa dengan menampilkan potensi seni lokal,” terangnya.

Sementara itu ketua Dewan Kesenian Kabupaten Semarang (DKKS) Sarwoto Ndower yang juga hadir pada acara itu meminta para pengurus LKK untuk aktif berkreasi meski di masa pandemi. (abi/tm)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here