Beranda HEADLINE Dua Hari Tidak Keluar Rumah, Penjual Sembako di Leyangan Ditemukan Meninggal

Dua Hari Tidak Keluar Rumah, Penjual Sembako di Leyangan Ditemukan Meninggal

0
Dua Hari Tidak Keluar Rumah, Penjual Sembako di Leyangan Ditemukan Meninggal
Tim Inavis Polres Semarang melakukan olah tempat kejadian penemuan mayat meninggal dalam rumah di Perum Ungaran Baru, Leyangan, Jumat (1/1/2021). FOTO:ABI/UNGRANNEWS

UNGARANNEWS.COM. UNGARAN TIMUR- Dwi Saputri (50) warga RW 13 Perumahan Ungaran Baru, Desa Leyangan, Kecamatan Ungaran Timur, Kabupaten Semarang ditemukan meninggal di dalam rumahnya, Jumat (01/01/2021) pagi.

Korban yang sehari-hari berjualan sembako dan gas elpiji di rumahnya, diketahui sudah dua hari tidak pernah keluar rumah. Warga sekitar rumahnya curiga lantas mengecek bagian dalam rumahnya, terlihat korban sudah tidak bernyawa tergeletak di lantai ruang tamu.

Ketua RW 13 Perumahan Ungaran Baru, Alif (51) menuturkan, korban sejak Rabu (30/12/2020) tidak keluar rumah. Beberapa warga yang hendak membeli sembako sempat memanggil-manggilnya namun tidak mendapatkan respon.

“Akhirnya warga sepakat melihat kondisi korban di dalam rumahnya pagi tadi. Awalnya bagian kamar kita lihat dengan menjulurkan kamera HP namun kosong. Baru setelah memeriksa ruang tamu terlihat korban tergeletak di lantai tidak bergerak-gerak,” jelasnya kepada UNGARANNEWS.COM, Jumat (01/01/2021).

Warga dibantu salah seorang anggota polisi yang juga tetangga korban, lantas mencari jalan untuk bisa masuk ke dalam rumah. Pintu depan berusaha didobrak namun tidak berhasil. Baca Juga: Pesta Rakyat Desa Leyangan akan Dimeriahkan Lomba Drumblek

“Kita sepakat memecah kaca jendela kamarnya, setelah rumah dibuka kondisi korban sudah dalam keadaan meninggal,” jelasnya.

Diungkapkan Arif, korban belum memiliki anak ini tinggal sendirian di rumahnya, sekaligus dijadikan toko kecil-kecilan. Sedangkan suami pekerjaannya sebagai pelaut sedang berlayar, posisinya berada di perairan Banjarmasin.

“Tadi sebelum memeriksa rumah korban kita minta izin terlebih dahulu pada suami korban, posisinya masih di Banjarmasin. Katanya korban memang memiliki riwayat sakit kolesterol dan darah tinggi. Terakhir suaminya menghubungi korban pada hari Senin (28/12/2020),” jelasnya.

Dalam kejadian ini, petugas inavis Polres Semarang bersama petugas medis Puskesmas Leyangan dipimpin dr Endang melakukan pemeriksaan jenazah korban. Diduga penyebab kematian korban karena sakit, hasil pemeriksaan tidak menemukan tanda-tanda kekerasan pada bagian jenazah korban. (abi/tm)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here