Beranda Ekonomi Beraroma Kacang Goreng dan Karamel, Kopi Doesoen Sirap Diekspor ke Jepang dan Korsel

Beraroma Kacang Goreng dan Karamel, Kopi Doesoen Sirap Diekspor ke Jepang dan Korsel

0
Beraroma Kacang Goreng dan Karamel, Kopi Doesoen Sirap Diekspor ke Jepang dan Korsel
Produk Kopi Sirap makin digemari masyarakat luar negeri. FOTO:ISTIMEWA

UNGARANNEWS.COM. JAMBU- Komoditas kopi asli Kabupaten Semarang semakin diminati masyarakat dari berbagai negara. Salah satunya kopi unggulan Doesoen Sirap, Desa Sirap, Kecamatan Jambu, Kabupaten Semarang. Warga Sirap hampir 80 persen merupakan petani kopi,  selebihnya pedagang dan buruh.

Mereka mengelola 35 hektar kebun kopi, baik itu robusta maupun arabica. Menariknya, sebagian besar kopi produksi Sirap diekspor ke Jepang, Korea Selatan, China hingga Arab Saudi.

“Warga dusun Sirap berjumlah 80 kepala keluarga (KK), mereka merupakan mayoritas petani kopi, sisanya pedagang dan buruh. Potensi yang besar karena pangsa pasar kopi Dusun Sirap saat ini untuk tujuan ekspor,” ujar Ketua Gabungan  Kelompok Petani (Gapoktan) Rahayu IV Ngadiyanto di sela-sela peresmian Doesoen Kopi Sirap oleh Komisaris BCA Cyrillus Harinowo, Minggu (8/9/2019).

Menurutnya, berdasarkan catatan pada tahun 2018 dalam setahun petani Sirap menghasilkan 1.200 ton grean bean kopi kering. Jumlah tersebut berasal dari 16 kelompok petani, di mana masing-masing kelompok terdiri 30 orang.

“Produksi kopi naik turun, tapi tahun lalu iklimnya bagus jadi panen kami naik,” ujarnya, antusias.

Mayoritas kopi yang dihasilkan adalah robusta karena sesuai geografis sekitar. Tapi, para petani tetap menanam 0,5 persen kopi arabika dari total 35 hektar lahan kopi.

Biasanya, hasil biji kopi kering tersebut didistribusi ke eksportir PT Taman Delta Indonesia 25 persen dari total produksi.

Mereka mengekspornya ke Jepang, Korea Selatan, China dan Arab. Sementara produksi sisanya, didistribusikan ke pasar ritel seperti kedai kopi.

Sementara itu, Pengamat Kopi Reza Adam Ferdian mengatakan, dirinya telah merasakan kopi yang dihasilkan oleh Dusun Sirap dengan memasaknya secara langsung sendiri. Untuk jenis Robusta ada aroma kacang goreng dan karamel sedikit serta sedikit pinus.

Jika jenis arabika, ada arima pinus, lemos dan brown sugar. Hal ini menilbulkan relaxing (menenangkan).

“Meski proses secara natural, namun kopi yang dihasilkan telah cukup baik. Dan hasilnya pun bersih meski dijemur di matahari dan beralaskan terpal,” kata Co-Founder Kopisob itu.

Namun, jika dioptmalkan pada pascapanen maka hasilnya bisa lebih baik. Reza menyarankan juga untuk memakai metode fully wash yang diyakini bisa meningkatkan kualitas kopi yang berujung pada naiknya harga pasaran kopi Dusun Sirap.

“Jika memang telah naikkan kualitas maka bisa ikut lelang kopi yang bisa lebih naikkan harga pasar kopi,” pungkas Reza. (net/abi/tm)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here