Petugas menunjukkan barang bukti narkoba disita dari para pelaku saat gelar perkara di Mapolres Semarang. FOTO:UNGARANNEWS

UNGARANNEWS.COM. MAPOLRES SEMARANG- Kasus penyalahgunaan narkotika di wilayah hukum Polres Semarang masih sering terjadi. Meski petugas berulang kali menindak tegas para pelaku kasus ini seperti tidak ada jeranya.

Kapolres Semarang AKBP Ari Wibowo dalam gelar perkara belum lama ini menegaskan pelaku kejahatan narkoba yang berani beraksi di wilayah hukum Polres akan ditindak tegas hingga tuntas. Bandar maupun pengedar yang belum tertangkap saat ini ditetapkan sebagai DPO.

“Kasus narkorba di wilayah hukum Polres Semarang didominasi narkoba jenis sabu-sabu. Selain itu jenis ganja dan tembau gorilla. Kasus jenis terakhir ini kita berhasil menangkap 2 orang tersangka,” ujarnya kepada UNGARANNEWS.COM.

Disebutkan, kedua tersangka berinisial MDA (35) dan MAY (36), keduanya ditangkap saat pesta mengisap ganja di rumah MDA di Dusun Senggrong, Desa Bringin, Kecamatan Bringin, Kabupaten Semarang. Baca Juga: Ambil Sabu di Gapura Tapal Batas Ungaran, Disergap Petugas di Bandungan

“Kedua tersangka kami tangkap saat mereka mengonsumsi ganja kering bergantian. Keduanya kita tangkap beserta barang bukti daun ganja dan tembakau gorilla,” ungkapnya.

Kronologi kasus tersebut diuraikan Kapolres, bermula pada pertengahan bulan Februari tersangka MDA memesan ganja kering melalui chat di akun instagram dr.zpm. Tiga hari kemudian paket ganja yang dipesan sudah didapatkan tersangka.

“Selanjutnya pada hari Jumat tanggal 12 Maret 2021 tersangka kembali memesan narkotika jenis lain, yakni tembakau gorilla seberat 50 gram. Barang tersebut dibeli seharga Rp 2,5 Juta di akun instagram cammora.co,” jelasnya.

Setelah mendapatkan kedua jenis barang tersebut beberapa hari kemudian MDA menghubungi MAY untuk datang ke rumahnya. Keduanya kemudian menghisap ganja bersama-sama secara bergantian. Namun lintingan ganja baru dikosumsi setengah dimatikan untuk digunakan selanjutnya.

“Keduanya kita gerebek pada dini hari di rumah tersangka MDA. Hasil penggeledahan petugas Resmob Satnarkoba menemukan 1 linting kertas sigaret berisi daun dan biji ganja kering disimpan di sisi kursi panjang,” tegasnya. Baca Juga: Tren Kasus Narkoba Tinggi, Kejari Musnahkan Puluhan Gram Sabu dan Ganja

Berdasarkan temuan tersebut petugas melanjutkan penggeledahan di kamar tidur tersangka, ditemukan beberapa bungkus plastik klip (paket) berisi irisan batang, daun, dan biji ganja kering. Selain itu petugas mengamankan narkoba jenis tembakau gorilla.

Total barang bukti berhasil diamankan, lanjut Kapolres, antara lain 1 bungkus plastik klip berisi irisan batang, daun, dan biji ganja seberat 20,72 gram, 1 bungkus plastik klip berisi irisan batang, daun dan biji ganja seberat 27,55 gram, 1 bungkus plastik klip berisi irisan biji ganja seberat 4,77 gram, 1 bungkus alumunium foil klip berisi irisan daun ganja seberat 7,77 gram.

Selanjutnya petugas mengamankan 1 botol plastik warna putih berisi irisan batang, daun, dan biji ganja seberat 35,35 gram, 1 buah kaleng rokok berisi 8 plastik klip masing-masing berisi irisan daun tembakau gorilla sebesar 37,50 gram, 1 carik kertas berisi irisan batang, daun dan biji ganja seberat 6,83 gram, dan 1 puntung rokok berisi irisan batang, daun, dan biji ganja seberat 0,30 gram.

“Kasus melibatkan kedua tersangka masih kita kembangkan. Setiap kasus narkorba akan kita kembangkan sampai tuntas,” tegasnya. Baca Juga: Cari Sabu-Sabu di Depan BPR Nusamba Ambarawa, Bijil Disergap Petugas Resmob

Kedua tersangka dijerat pelanggaran kejahatan berdasarkan pasal 111 ayat (1) Undang-Undang RI nomor 35 tahun 2009 tentang narkoba, dengan ancaman hukuman paling singkat 4 tahun penjara dan denda paling banyak Rp 1 miliar. (abi/tm)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here