Ketua TP PKK Kabupaten Semarang Bintang Narsasi saat memberikan sambutan kegiatan Gebrak Masker di aula Kecamatan Ungaran Timur, Selasa (15/9/2020). ABI/UNGARANNEWS

UNGARANNEWS.COM. UNGARAN TIMUR- Kegiatan Gebrak Masker diadakan Tim Penggerak (TP) PKK Kabupaten Semarang di 19 Kecamatan di Kabupaten Semarang diduga disusupi kampanye oleh Ketua TP PKK Kabupaten Semarang Bintang Narsasi.

Bintang yang telah mendaftar sebagai bakal calon Bupati Semarang berpasangan dengan Gunawan Wibosono (Bison), diduga memanfaatkan kesempatan tersebut dengan menyisipkan perkataan mohon doa restu akan maju Pilkada 2020 kepada para pengurus dan kader PKK yang hadir.

Perkataan tersebut diduga disampaikan di setiap akhir sambutannya sebelum membagikan masker di Kecamatan. Berdasarkan rekaman dan video yang diterima wartawan dari sejumlah kegiatan tersebut, diantaranya Bintang menyampaikan perkataan yang hampir sama di setiap akhir sambutannya.

“Dari rekaman suara maupun video sambutan Bu Bintang kental sekali arahan memohon doa dan bantuan untuk pemenangannya. Ini bisa menjadi bukti Bawaslu terkait dugaan penyalahgunaan kewenangan dan pelanggaran Pilkada,” ujar Prayitno aktivis politik warga Bringin, Kabupaten Semarang.

Salah satunya berhasil direkam wartawan saat Bintang memimpin kegiatan Gebrak Masker di aula kantor Kecamatan Ungaran Timur, Selasa (15/9/2020).

“Saya dalam kesempatan ini mohon doa restu, saya mau maju Pilkada 2020 nanti. Saya minta tolong doa restu semoga saya diberi kesehatan, saya dilancarkan semuanya, terkabul hajatnya bisa meneruskan pengabdian Pak Mundjirin yang akan berakhir pada Februari 2021. Ngoten ngeh ibu-ibu (begitu ya ibu-ibu, red) jenengan (kalian, red) ikhlas legowo boten?,” ujar istri Bupati Semarang H Mundjirin ini di hadapan yang hadir.

“Ikhlas,” jawab beberapa orang diantaranya. “Alhamdulillah, yang bantah bu Camatnya,” lanjut Bintang. Maksud menyebut Bu Camat karena istri Camat mengikuti suaminya seorang ASN yang harus netral.

Ketua Panwascam Ungaran Timur Sigit Anugroho ketika dikonfirmasi menyampaikan rekaman tersebut sudah dikirim ke Bawaslu Kabupaten Semarang sebagai laporan pengawasan.

“Sesuai arahan pimpinan untuk konfirmasi langsung ke Bawaslu Kabupaten Semarang,” ujarnya kepada UNGARANNEWS.COM.

Menanggapi dugaan tersebut Ketua Bawaslu Kabupaten Semarang Mohammad Talkhis mengatakan, Bawaslu masih menunggu laporan petugas Panwascam yang di lapangan. Bukti laporan pengawasan yang dikumpulkan akan diperiksa terlebih dulu.

“Kita masih mengumpulkan laporan dari teman-teman Panwascam, bentuk laporannya seperti apa akan kita lihat dulu. Besok akan kita bahas dalam rapat pleno,” ungkapnya, Selasa (15/9/2020).

Talkhis menambahkan pihaknya merasa terbantu jika ada laporan langsung dari masyarakat terkait dugaan pelanggaran Pilkada. Bawaslu siap menerima laporan masyarakat maupun dari pihak tertentu untuk ditindaklanjuti.

Bintang Narsasi dikonfirmasi UNGARANNEWS.COM seusai memimpin Gebrak Masker di Kecamatan Pringapus mengatakan, mohon doa restu kepada siapa saja seharusnya boleh-boleh saja. Apa yang disampaikan tidak ada kaitannya dengan Pilkada.

“Seharusnya mohon doa restu kepada siapa saja boleh. Tidak ada kaitannya dengan Pilkada, tapi karena Bawaslu mengingatkan tidak boleh ya saya mengalah untuk menang,” ujarnya.

Sementara itu, berdasarkan pantauan setelah laporan pengawasan Panwascam Ungaran Timur ke Bawaslu, ketika mengikuti kegiatan Gebrak Masker di Kecamatan Bergas dan Pringapus, Bintang tidak lagi menyampaikan mohon doa restu di akhir sambutannya.

Seperti diberitakan sebelumnya, kegiatan Gebrak Masker diadakan TP PKK Kabupaten Semarang digelar sejak tanggal 7 September 2020 secara maraton di 19 Kecamatan terakhir hari Selasa (15/9/2020) di 4 kecamatan yakni Kecamatan Ungaran Timur, Ungaran Barat, Bergas dan berakhir di Kecamatan Pringapus.

Bintang mengatakan kegiatan Gebrak Masker merupakan arahan dari PKK Pusat. Pengadaan masker yang dibagikan TP PKK merupakan anggaran dari Dinas Kesehatan Kabupaten Semarang melalui Puskesmas.

“Pengadaan masker kita dapatkan dari anggaran Dinas Kesehatan Kabupaten Semarang melalui puskesmas. PKK Kabupaten Semarang sudah tidak ada anggaran,” jelasnya. (abi/tm)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here