Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Keluarga Berencana (DP3AKB) Kabupaten Semarang, Romlah. FOTO:ABI/UNGARANNEWS

UNGARANNEWS.COM. RUMAH DINAS- Anggapan masyarakat ada hubungan antara pandemi virus corona atau Covid-19 dengan tingkat kehamilan ternyata benar adanya. Setidaknya, di Kabupaten Semarang selama pandemi Covid-19 angka kehamilan meningkat diperkirakan hingga 15 persen.

Bupati Semarang H Mundjirin mengatakan, penyebabnya yakni layanan KB sempat terhenti karena akseptor tidak mendapatkan layanan selama masa pandemi Covid-19. Padahal ada beberapa layanan KB yang pemasangannya membutuhkan bantuan petugas.

“Kalau untuk KB jenis pil atau kondom bisa dilakukan secara mandiri. Tapi kalau spiral, susuk, dan suntik itu harus dilakukan oleh petugas,” jelasnya kepada wartawan seusai acara peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas).

Menurut Bupati, antusias keikutsertaan KB sebenarnya cukup baik, tapi karena ada pandemi jadi sempat berkurang. Hingga saat ini belum ada pendataan karena layanan baru dimulai.

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Keluarga Berencana (DP3AKB) Kabupaten Semarang, Romlah menjelaskan ada dua kemungkinan mengukur tingkat kehamilan.

“Pertama tingkat terhentinya sejenak layanan KB karena pandemi Covid-19, kemudian diasumsikan terhenti 50 persen KB baik itu sudah waktunya atau memang keinginan segera ber-KB, dihitung oleh BKKN ada kenaikkan 15 persen,” ujarnya kepada UNGARANNEWS.COM seusai mengikuti peringatan Harganas di pendapa Rumah Dinas Bupati Jalan Ahmad Yani Ungaran Timur, Kamis (2/7/2020).

Dijelaskan Romlah, dalam setahun kelahiran di Kabupaten Semarang terjadi sekitar 15.000. Saat ini baru semester pertama kenaikan 15 persen tersebut diperkriakan dari sekitar 7.500 kelahiran.

Sementara itu, jumlah positif Covid-19 berdasarkan data situs Pemkab Semarang corona.semarangkab.go.id terus mengalami peningkatan. Pada Selasa (30/6/2020) lalu jumlah pasien positif mencapai 84 orang, hingga Sabtu (4/7/2020) pukul 07.00 hari ini bertambah 24 orang hingga total menjadi 108 orang.

Tercatat sebanyak 8 orang masih dirawat di rumah sakit, 34 orang menjalani isolasi, dinyatakan sembuh sebanyak 54 orang, dan pasien positif Covid-19 meninggal sebanyak 12 orang. (abi/tm).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here