Ilustrasi. FOTO:ISTIMEWA

UNGARANNEWS.COM. BANYUBIRU- Banyak cara dilakukan masyarakat tepian Rawa Pening Kabupaten Semarang untuk mengais rezeki. Salah satunya dengan menembak ikan yang diburu menggunakan senapan angin.

Agar ikan kabur setelah tertembak, senapan dimodifikasi dengan tombak kecil yang diberi tali diikatkan pada gagang senapan. Antok (43), warga Dusun Pentasan Desa Kebondowo, Kecamatan Banyubiru merupakan salah satu nelayan penembak ikan.

Saat melihat ada ikan berukuran sedang bergerak pelan di bawah rimbunan eceng gondok, ia terlihat bersiap menembak dengan mengarahkan moncong senapan pada sasaran.

Dess.. !! Seiring senapan meletus terdengar kecipak air pertanda ikan terkena mata tombak berusaha melepaskan diri.
.
“Lumayan besar ukurannya,” katanya sambil menyeringai.

Ditariknya tali pengikat besi runcing yang menancap di tubuh ikan besar itu. Lalu dia menyimpannya di sebuah wadah yang diletakkannya di lambung perahu miliknya.

Tak hanya Antok, ada ratusan orang yang berburu ikan nila Rawa Pening dengan senapan angin. Berbekal senapan angin yang telah dimodifikasi, para penembak itu setiap hari mengelilingi tepian hingga ke tengah Rawa Pening.

Mata mereka dengan jeli terus memelototi permukaan air rawa tanpa nanar. Setiap gerakan di bawah kumpulan eceng gondok selalu diamatinya. Bagi mereka, menembak ikan lebih menantang dibandingkan menunggu ikan bersedia memakan umpan di ujung kail.

Meski hasil yang didapat tak jauh berbeda namun adrenalin yang bergejolak saat mengincar ikan buruan menjadi pembeda. Baca Juga: Rawa Pening Dibikin Zonasi, Karamba dan Jaring Apung akan Dipindah ke Sempadan Rawa

Tak ada jaminan mendapat hasil tembakan setiap harinya. Alih-alih kapok, Antok dan yang lainnya terus saja menikmati setiap gerakan jarinya menarik pelatuk senapan angin.

“Ada senangnya. Pernah dapat sejenis ikan gabus seberat tujuh kilogram sekali tembak,” akunya kegirangan.

Begitulah sekelumit cerita seorang penembak ikan di Rawa Pening. Seperti hukum alam di setiap kehidupan, ada senang dan ada pahitnya. Meski hasil yang diperoleh tak sebanyak harapan, tapi selalu ikhlas membawanya pulang. (hms/abi/tm)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here