ilustrasi. foto: Pixabay.com/ Anemone123

UNGARANNEWS.COM. DEMAK- Pekan lalu masyarakat dihebohkan pemberitaan kasus seorang anak berinsial A (19) melaporkan ibunya, S (36) warga Sayung, Kabupaten Demak ke polisi karena kasus penganiayaan. Kasus ini diketahui, dilatarbelakangi adanya perselingkuhan.

Berdasarkan informasi dari kepolisian, sang ibu diduga selingkuh dengan pria idaman lain (PIL) sudah terjalin cukup lama. Hingga hubungan keduanya ketahuan anak-anaknya, saat berduaan di salah satu hotel di Bandungan. Karena aib tersebut, suaminya menceraikan dan tidak ingin tinggal serumah lagi.

Kasat Reskrim Polres Demak AKP Fahrul Rozi mengatakan melihat kasus ini, pada prinsipnya pihaknya menindaklanjuti semua laporan dan aduan. Pihaknya juga sudah mencoba upaya mediasi namun dari pihak pelapor tidak menghendaki mediasi tersebut, dengan alasan ibunya sudah sering berselingkuh dengan laki-laki lain dan tidak mau mengakui kesalahannya.

“Selanjutnya kita laksanakan penyidikan, dan berkas perkara sudah dinyatakan lengkap oleh JPU (P.21), kita laksanakan tahap 2 atau pelimpahan berkas perkara dan barang bukti kepada kejaksaan pada hari Selasa minggu depan,” ungkapnya, Senin (11/1/2021) lalu.

Terkait dengan penahanan, lanjutnya pihaknya memiliki alasan objektif dan subjektif, dimana pada alasan objektif bahwa persangkaan pasal dapat dilakukan penahanan sedangkan alasan subjektif dikhawatirkan tersangka melarikan diri, menghilangkan barang bukti dan mengulangi perbuatan.

Pernyataan tersebut dibenarkan Kabid Humas Polda Jateng, Kombes Iskandar F Sutisna. Menurutnya, upaya-upaya dilakukan penyidik Polres Demak sudah tepat. Pihaknya sudah berupaya sebanyak tiga kali untuk melakukan mediasi, tetapi pihak pelapor atau korban menyatakan mengirimkan statement, mengirimkan video, yang menyatakan bahwa sudah memaafkan ibunya tetapi perkara tersebut tetap dilanjutkan.

Laporan Dicabut
Kasus ini berakhir setelah kedua pihak kembali dipertemukan di Kejaksaan Negeri (Kejari) Demak pada Rabu (13/1/2021). Korban akhirnya bersedia mencabut laporan terhadap ibu kandungnya. Proses penandatanganan berkas pencabutan laporan dilakukan secara resmi di ruang pertemuan Kejari Demak, dihadiri A dan S bersama para mediator.

Masing-masing pihak menyampaikan permohonan maaf jika kasus mereka telah membuat gaduh baik di dunia maya maupun masyarakat pada umumnya.

“Dengan ini saya cabut laporan. Walau bagaimanapun juga dia ibu yang telah melahirkan saya dan mencintai saya,” ucap A di hadapan Kajari Demak, Kapolres Demak, Wakil Ketua Komisi IV DPR RI, kuasa hukum S dan disaksikan juga oleh puluhan awak media. Baca Juga: Pelaku Pembunuh Siswi SMU di Hotel Frieda Bandungan Mengaku Sakit Hati

Sementara itu, sang ibu, S, sejak awal pertemuan dengan A sudah berurai air mata semakin tambah tersedu mendengar pernyataan anak sulungnya tersebut. Ia tak kuasa menahan tangisnya, dengan sangat erat ia memeluk korban. Dengan lembut tangannya mengelus-elus punggung anak pertamanya.

A yang datang jauh-jauh dari Jakarta ke Demak mengatakan mencabut laporan atas inisiatif pribadi.

“Maafkan mamah ya sayang ya, mamah banyak dosanya. Semoga A memaafkan mamah,” katanya.

Dia menyampaikan terima kasih kepada berbagai pihak yang membantu perkaranya, sehingga bisa berakhir dengan damai.

Kasus menghebohkan yang sempat menjadi trending topik tersebut, dipaparkan Kabid Humas Polda Jateng, Kombes Iskandar F Sutisna, kerjadiannya ketika anak A didampingi ayahnya yang sudah bercerai dengan S, ingin mengambil pakaian di rumah S. Sesampainya di rumah S, yang terjadi adalah keributan antara ibu dan anak.

“Korban ini, A didampingi orang tuanya, bapaknya, juga didampingi Kades dan juga Pak RT untuk mendatangi rumah ibu kandungnya. Sesampainya di rumah tersebut yang terjadi keributan. Seorang anak ini bertanya kepada ibunya tentang pakaian yang mau akan diambil, dijawab sama ibunya bahwa ‘pakaian itu sudah dibakar, sudah dibuang’. Sehingga anak tersebut berupaya untuk mencari sendiri pakaiannya dalam lemari,” jelas Iskandar.

“Lalu ibu dan anak dorong-mendorong lalu kemudian terjadi penjambakan atau menarik kerudung anaknya sampai terlepas dan rambutnya ditarik lalu kemudian juga pelipis dan pipinya terkena cakaran kuku oleh ibunya,” lanjutnya.

Menurut Iskandar, A tidak terima dengan perlakukan itu sehingga membuat laporan polisi di Polres Demak. Laporan polisi tersebut yaitu LP/B/124/IX/2020/Jtg/SPKT/Res.Dmk, tertanggal 22 September 2020. (hms/dbs/tm)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here